Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

"Akun "Pendukung Jokowi" di Sosial Media Itu Tidak Asli (Palsu)"

Senin, 31 Agustus 2015 | 1:02 PM WIB Last Updated 2015-08-31T07:07:35Z

LihatDulu.info - Praktisi Teknologi Informasi Chafiz Anwar mengatakan banyak akun palsu pembela Jokowi di sosial media, seperti facebook. Ini bisa dengan mudah diamati, sebab banyak hal tidak masuk akal.

Menurutnya, ciri-ciri akun palsu yang digunakan adalah dari segi jumlah komentar melalui media sosial yang serentak menyerang ataupun membela Jokowi habis-habisan.

"Kalau komentarnya muncul dalam waktu yang kurang lebih bersamaan dengan komentar yang senada seperti di komando baik untuk menyerang maupun membela orang-orang yang mereka jaga, maka bisa dipastikan akun-akun itu palsu. Tidak mungkin komentar ribuan sekaligus dilakukan oleh pemilik akun asli," jelas Chafiz saat dihubungi wartawan, Jumat (1/11).

Ciri lainnya juga mudah dianalisa menurut Chafiz adalah dengan membandingkan jumlah pembaca dan jumlah komentarnya. Untuk berita Jokowi misalnya jika ada yang mengkritiknya di sebuah media online dan kemudian langsung ada serangan dari ribuan orang di komentar pembaca.

"Coba saja bayangkan berita yang mengkritik di sebuah media online itu. Baru beberapa saat tayang langsung yang komentar ribuan. Itu sangat tidak mungkin kalau bukan sebuah tim yang mengerjakannya yang bisa saja terdiri dari puluhan orang," ujarnya.

"Artinya komentar pembaca ini dikirimkan oleh orang-orang yang justru sama sekali belum membaca. Orang belum membaca tapi bisa kasih komentar, bagaimana caranya? Yang paling mungkin yang baca satu orang, tapi orang ini memegang ratusan akun. Ini bisa dilihat jelas dari komentar-komentar pendukung Jokowi," tambahnya.

Selain komentar yang cepat, identitas para pemain akun ini tidak jelas. Chafiz mengatakan mereka menggunakan mesin pendeteksi dengan keyword-keyword tertentu.

"Misalnya kalimat Jokowi belum pantas jadi presiden. Mesin mereka ini berjalan seperti halnya mesin pencari google, begitu mesin mendeteksi ada kalimat atau kata tertentu yang dimasukkan, mereka akan bergerak cepat dan membalas kalimat-kalimat tersebut," pungkasnya.

Chafiz menyarankan masyarakat untuk tidak terpancing setingan provokasi maupun ajakan yang mereka mainkan, sebab itu tujuan mereka. "Pilih saja dengan cerdas dengan menelusuri rekam jejak para kandidat calon presiden. Jangan percaya dengan permainan seperti ini," tambahnya

Sumber: (merdeka)

Ini Bukti Pasukan Nasi Bungkus Jokowi?



Fenomena Jokowi sebagai sosok yang mengesankan sederhana, menjadi perhatian publik. Setiap saat, Jokowi di media selalu digambarkan sebagai sosok yang merakyat dengan foto-foto yang seakan menyentuh perasaan umum kemiskinan masyarakat. Media sangat sedikit sekali, bahkan hampir tidak ada yang memberitakan sisi keistimewaan Jokowi sebagai sosok pemimpin. Visi dan misi Jokowi yang saat ini sebagai capres, juga begitu minim berita. Semua media lebih banyak memasarkan kesan "ndeso".

Media yang begitu masif memberitakan sisi-sisi "kesederhanaan" Jokowi, bukanlah terlalu istimewa apabila mengamati sejak dirinya masuk di dunia politik. Jokowi tampaknya begitu mengerti tentang dunia media, bahkan hingga media sosial.

Hal tersebut terlihat, setiap kali Jokowi blusukan selalu ada awak media yang begitu banyak yang mengikuti. Meskipun hanya menengok pasar layaknya umumnya pejabat, atau hal yang lain. Menilai Jokowi selalu pencitraan, barangkali bisa benar. Mari simak di bawah ini:

Jokowi Punya Tim Sosial Media Sangat Besar & Terorganisir

Sosial media diantaranya, dari Twitter, Facebook, Kaskus, Kompasiana, dan media sosial yang lain. Media sosial juga masuk di dolom komentar di media online (portal berita) seperti di Republika, Kompas, Tempo, dan seterusnya. Setiap orang di media sosial biasanya membuat akun cukup banyak, semisal akun twitter satu orang bisa 5 lebih akun. Poling di Kompasiana saat ini Jokowi tinggi, saya sama sekali tidak kaget, karena Kompasiana juga media sosial.

Tim sosial media Jokowi ini, bermaksud melakukan promosi "mati-matian" di dunia internet, mengawal Jokowi dari pengguna media sosial yang lain, dan lainnya. Tujuannya, agar citra Jokowi utuh, naik, dan seakan Jokowi disukai oleh banyak masyarakat. Dengan demikian, dimungkinkan ada pengguna media sosial menjadi terpengaruh karena beranggapan Jokowi banyak diminati orang. Berapa besar biaya tim sosial media yang begitu mewah, terorganisir dan begitu besar? Hal ini jangan ditanyakan ke saya yah. Terkait tentang pasukan online (pasukan udara) Jokowi, dibenarkan oleh Politisi PDI Perjuangan Eva Kusuma Sundari (Sumber- Berita):

"Iya (memang ada tim udara), tapi aku tidak tahu detailnya. Banyak yang daftar", ujarnya.

Berikut Foto-Foto Pasukan Sosial Media Jokowi (Social Media Volunteers):

Salah satu tim media sosial Jokowi adalah JASMEV yang dipimpin Kartika Djoemadi yang dikenal di publik suka berbohong dan juga diketahui berbohong terkait titel Ph.D seperti dikatakan Mariska Haque yang dikutip dari JakartaPost. Ini nih foto-foto tim sosial media Jokowi:



Sumber: (kompasiana)

Baca Juga:

  1. Adhie Massardi: Rizal Ramli Bisa Selesaikan Kasus Dwelling Time 3 Bulan
  2. PAN: Rupiah Ambruk Karena Tim Ekonomi Jokowi ke Istana Hanya 'Ngopi-Ngopi'
  3. Terancam Krisis Moneter. Jokowi Diingatkan Jangan Hanya Cengengesan
  4. Jokowi Dikasih Nasihat oleh SBY Masalah Krisis Ekonomi, PDIP Malah Tersinggung
  5. Prof. Dr. Yusril Ihza Mahendra: Keahlian Ketua Umum PDIP Apa Ya?

×
Berita Terbaru Update