
LihatDulu.info - Tidak semua etnis Tionghoa yang setuju atau mendukung Ahok dalam menggusur Kampung Pulo. Tokoh Tionghoa yang juga koordinator Forum Rakyat Lieus Sungkharisma kerap mengkritisi gaya Ahok kasar dan memancing emosi.
Terkait dengan penggususran Kampung Pulo, Lieus Sungkharisma dan Anton Medan (pembela Ahok) di undang debat dalam sebuah acara di TV Swasta. Tapi, amat disayangkan, acara debat tersebut berujung kejalur hukum. Lha kok bisa?
Dilansir Teropongsenayan, Jum'at (28/8/2015), Tokoh Tionghoa yang juga koordinator Forum Rakyat Lieus Sungkharisma melaporkan ustad Anton Medan ke Polda Metro Jaya dengan tuduhan pencemaran nama baik dan fitnah. Lieus melaporkan Anton ke Polda Metro Jaya, Selasa (25/8/2015). Laporan itu dilakukan setelah Lieus dan Anton menjadi narasumber debat di Jaktv, Senin (24/8/2015) membahas topik penggusuran warga Kampung Pulo.
Dalam debat yang dipandu oleh host Rahma Sarita itu, Lieus menjadi pihak yang mengkritisi Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok. Sedangkan Anton Medan sebagai pembela Ahok.
Sejak awal debat sudah berlangsung panas ketika Lieus mengungkap gaya komunikasi Ahok yang kasar. Lieus juga terus menyudutkan Ahok dan menganggap tidak ada statemen Ahok yang tidak bikin panas orang lain. Lieus menuduh Ahok menghina semua rakyat miskin, sementara tidak berani menghina orang kaya.
Ahok, kata Lieus, melihat orang kecil tidak ada artinya.
Anton tidak terima mendengar berbagai kritik yang disampaikan Lieus kepada Ahok. Anton juga tidak diterima ditunjuk-tunjuk oleh Lieus. Sambil berdiri dari tempat duduknya, Anton berkata "Lu minta maaf nggak lu. Gua ini ustad. Kurang ajar lu." Anton juga tidak terima Ahok sebagai gubernur dihina.
Dituntut minta maaf, Lieus menolak. "Kenapa harus minta maaf," kata Lieus.
Redaksi TeropongSenayan menerima kopi surat tanda bukti laporan yang ditandatangani Komisaris Polisi Wahyu Budiman atas nama Kepala Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu Polda Metro Jaya. Dalam surat itu, Kawiyan selaku produser debat dan Rahma Sarita menjadi saksi.
Masalah Kampung Pulo belum selesai, sudah muncul masalah baru. Alamak!
Baca Juga:
- Ahok Maki Wahidin Gusur Warga Cina Benteng,Ini Balasan Saat Ahok Gusur Warga Kampung Pulo
- Jokowi: Tenang, Duit Masih Banyak
- Veteran: Jokowi Itu Lima Kali Assalamualaikum Tidak Disahut, “Selamat Pagi” Baru Dijawab
- Begini Reaksi Ahok Jika Warga Cina Digusur