Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

"Dolar Dekati Rp 14.500, Jokowi Bakal Konsultasi dengan Dukun"

Selasa, 08 September 2015 | 5:26 PM WIB Last Updated 2015-09-08T10:26:51Z

LihatDulu.info - Nilai tukar rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Senin (7/9/2015) pagi bergerak melemah sebesar 48 poin menjadi Rp 14.220 dibandingkan posisi sebelumnya di posisi Rp 14.172 per dolar Amerika Serikat (AS).

Makin terpuruknya kondisi perekonomian dikritik keras oleh Ketua Progres 98 Faizal Assegaf. Ia bahkan melontarkan sindiran terhadap Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang belum mampu mengatasi keterpurukan rupiah terhadap dolar.

“Jelang sore ini dolar hampir menembus Rp 14.500, Jokowi rencana kabur lagi ke Istana Bogor, berkonsultasi dengan dukun,” tulis Faizal di laman facebooknya, Senin (7/9/2015).

Faizal pun mengutip pernyataan Direktur Utama Bank Mandiri Budi Gunadi Sadikin yang mengakui kondisi perekonomian semakin genting.

"Sebenarnya real effective exchange harusnya di Rp 13.000, sekarang sudah ketinggian," ungkap Sadikin yang dikutip Faizal.

Beberapa waktu lalu, Presiden Jokowi meyakini bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia bakal meroket pada semester II-2015.

 Jokowi mengakui, daya serap belanja pemerintah pada semester satu tahun ini memang masih sedikit, yakni 12 persen. Tetapi, pada semester II-2015 akan meroket.

"‎Oktober-Novermber biasanya belanja meroket dan akan berimbas pada pertumbuhan ekonomi kita. Kita harus yakin itu, saya ngomong masa enggak percaya," tutur Jokowi saat memberikan sambutan HUT ke 38 Pasar Modal Indonesia di gedung Bursa Efek Indonesia, Senin (10/8/2015).(yn/ts)

Baca Juga:

  1. Rizal Ramli: Provider Pulsa Listrik itu Setengah Mafia
  2. Jokowi Beberkan Penyebab Ekonomi Melemah dan Rupiah Tidak Kuat Lagi
  3. Bersiap, Gelombang PHK Pekerja Tambang Indonesia Bakal Terjadi
  4. Jepang Kecewa dan Telah Keluarkan Uang Banyak, Jokowi Tolak Kareta Cepat
  5. Rizal Ramli: Setiap Ada Masalah Dikasih ke Asing, Itu Mentalitas Bangsa Terjajah

×
Berita Terbaru Update