![]() |
| Menko Rizal Ramli dan penasihat khusus Perdana Menteri Jepang Hiroto Izumi. ©2015 Merdeka.com |
"Mbak Mega titip soal Trisakti. Kata dia, ini perjuangan bapak saya, yang dulu punya cita-cita banyak yang belum dilaksanakan supaya saya bisa memperjuangkan supaya bisa dilaksanakan," ujar Rizal di depan rumah Mega, Rabu (9/9).
Menurutnya, selain menitipkan Trisakti kepadanya, Mega dan dirinya juga membahas perlunya kedaulatan ekonomi tanpa perlu bergantung pada negara luar atau investor asing.
"Ini pertemuan sahabat lama karena saya sama Mbak Mega pernah satu kabinet zaman Gus Dur, 15 tahun lalu. Jadi betul-betul pertemuan sahabat lama, kita banyak nostalgia tentang kejadian masa lalu," katanya.
"Kita juga bahas perkembangan situasi. Pada dasarnya, Mbak Mega sejak dulu konsisten ingin memperjuangkan banyak hal yaitu berdaulat secara politik bebas aktif, berdaulat secara ekonomi, dan punya kebudayaan sendiri," papar dia.
Menurut dia, kebijakan berdaulat sendiri bukan berarti bersikap anti asing. Namun tetap mempunyai ciri kebudayaan sendiri dalam pembangunan ekonomi di Indonesia. Tentang Trisakti itulah yang diingatkan Mega kepada Rizal.
"Kita enggak anti asing, tapi kebudayaan kita harus tetap dipertahankan. Nah tadi kita bicara banyak hal, Mbak Mega titip sama saya supaya perjuangan Trisakti dilanjutkan," pungkas dia.(mdk)
Baca Juga:
- EKSKLUSIF: Wawancara Setya Novanto dan Fadli Zon Terkait Donald Trump
- Masuk Rumah Sakit, Jusuf Kalla Batal Dampingi Jokowi
- Habib Idrus: Kebijakan Ahok Soal Penyembelihan Hewan Kurban Matikan Syiar Islam
- Ini Tanggapan Megawati Soal Disinggung Terima Kuota Haji dari SDA
- Jokowi Minta Lalu Lintas Udara Diambil Alih dari Singapura
