![]() |
| Ratusan mahasiswa tarik menarik kawat berduri, dengan pihak kepolisian saat berdemo di depan Istana Merdeka, Jakarta, 20 Mei 2015. Dalam aksinya mahasiswa menuntut Jokowi-JK mundur, karena dianggap gagal mensejahterakan rakyat. TEMPO/Subekti |
Demikian dikatakan pengamat politik Muslim Arbi dalam keterangan kepada intelijen, Sabtu (12/9).
Menurut Muslim, polisi harusnya membantu mahasiswa dalam menyuarakan tuntutan tersebut. “Mahasiswa itu membantu saudara polisi, istri polisi yang tertekan akibat kebijakan Jokowi. Selama ini kebijakan Jokowi menyengsarakan seluruh rakyat,” ungkap Muslim.
Kata Muslim, gerakan mahasiswa yang meminta Jokowi mundur akan menjadi besar dengan diiringi kesulitan ekonomi. “Ekonomi sudah sulit, rakyat dan mahasiswa akan bergabung dan meminta Jokowi mundur dari kekuasaannya,” papar Muslim.
Muslim mengatakan, walaupun aksi mahasiswa yang meminta mundur Jokowi tidak dimuat media nasional, tetapi mereka tetap militan. “Kondisinya hampir seperti Orde Baru, DPR bungkam, media berpihak pada penguasa, aktivis demo dianggap gila. Nantinya sejarah yang akan mencatat adik-adik mahasiswa ini yang bisa menjatuhkan Rezim Jokowi,” pungkas Muslim.
Kata Muslim, aparat bertindak represif karena atas perintas atasan karena khawatir gerakan mahasiswa menjadi besar. “Kalau Istana berfikir, mahasiswa ditekan biar takut berdemo dan menyuarakan untuk penurunan terhadap Jokowi. Ternyata mahasiswa akan semakin militan dan menyuarakan untuk menurunan terhadap Jokowi,” papar Muslim.
Sebelumnya, aksi di depan istana menuntut Jokowi-JK mundur dilakukan ratusan massa dari GPII, IMM, PMKRI, HIMA ALWASYLIYAH, ALIANSI TARIK MANDAT (ATM), APKLI dan PAPERNAS, Jumat (11/9).
Tekad bulat Mahasiswa, Pemuda, PKL, dan buruh tuntut Jokowi-JK mundur karena gagal kelola bangsa dan negara sebabkan kondisi bangsa makin terpuruk diciderai tindakan pemukulan yang dilakukan oknum polisi yang akibatkan kericuhan.
Dalam aksi tersebut, salah satu aktivis mahasiswa dipukul aparat kepolisian sehingga menyebabkan luka lebab dan harus dilarikan ke rumah sakit terdekat.(intelijen)
Baca Juga:
- Ketua PBNU: Sampai Sekarang Malaikat Munkar Nakir Belum Bisa Tanyai Gus Dur
- Jawaban Hubungan "Kedatangan Jokowi" Terkait Insiden "Crane Jatuh" di Masjidil Haram
- Inilah Fakta-fakta Penembakan Misterius di Kantor ESDM
- Inilah Beberapa Musibah yang Menyertai Kehadiran Presiden Jokowi
- Jokowi Datang, Kecelakaan Crane Jatuh Timpa Ratusan Jamaah di Makkah pun Terjadi
