Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Politikus PDIP: Pemerintahan kita melambai, kerjanya gunting pita

Senin, 14 September 2015 | 3:53 PM WIB Last Updated 2015-09-14T08:53:28Z
Effendi Simbolon jenguk Emir Moeis. ©2013 Merdeka.com/dwi narwoko
LihatDulu.info - Dua Warga Negara Indonesia (WNI) disandera oleh pihak yang diduga terkait dengan Organisasi Papua Merdeka (OPM) di Papua Nugini, setelah terjadi insiden penembakan di Skouwtiau, Rabu (9/9). Berdasarkan laporan Kementerian Luar Negeri, peristiwa ini juga memakan korban seorang WNI lainnya bernama Kuba.

Menanggapi hal ini, anggota Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Effendi Simbolon menyayangkan kejadian tersebut terjadi. Menurutnya, peristiwa penangkapan dan penembakan WNI terjadi lantaran kurangnya pengawasan dari pemerintah pusat.

"Pemerintah kita melambai dan leye-leye. Apa yang diurus nggak ada. Kerja mereka hanya gunting pita dan kepentingan kampanye saja," kata Effendi di Gedung DPR, Senayan, Jakarta Selatan, Senin (14/9).

Politikus PDIP ini menilai, gerakan separatis semakin meluas lantaran terjadi ketimpangan sosial yang cukup tajam antara masyarakat dan pejabat Papua. Indikasinya para pejabat melakukan korupsi di pemerintahan sehingga rakyat Papua hidup miskin.

"Sebabnya mungkin ada ketimpangan ekonomi sehingga pengusaha kabupaten kaya raya dah ahli korup," terangnya.

Untuk mengantisipasi gerakan yang diduga dilakukan OPM terulang, ia meminta pemerintah pusat melakukan pengamanan ketat serta memperbaiki perekonomian di Papua. "Pemerintah perlu tindak cepat. Saya juga ada saran pendirian KPK saja, mengingat indeks korupsinya disana cukup tinggi," pungkasnya.(mdk)

Baca Juga:

  1. Aktivis 78: JK Memainkan Kekuasaan untuk Mendapatkan Bisnis
  2. SBY: Jokowi banyak Didukung oleh Media Massa, Beda dengan Era saya
  3. Apakah Benar Jokowi Bakal Lengser Awal Tahun 2016 Nanti?
  4. Dikabarkan bakal melawan Ahok di Pilgub 2017, ini kata Sandiaga Uno
  5. Asal Bicara IPDN Dibubarkan, Kemendagri: Ahok Coba Baca Undang-undang

×
Berita Terbaru Update