![]() |
| Joko Widodo - Presiden Republik Indonesia |
“Hanya hujan yang tidak naik dalam era pemerintahan Jokowi”. Semua kebutuhan hidup mengalami kenaikan tajam, dan semakin tidak terjangkau oleh daya beli rakyat. Penyebabnya adalah kebijakan pemerintah sendiri. Jokowi mencabut subsidi dan menaikan harga BBM, Listrik, Transportasi Umum, sebagai strategi utama Jokowinomic.
Semakin tinggi harga, semakin besar keuantungan yang diperoleh oleh oligarchy (para cukong di sekeliling Jokowi). Harga yang tinggi akan membuat revenue dari bisnis bisnis mereka semakin besar, seperti bisnis listrik, BBM, dan berbagai bisnis kebutuhan hidup lainnya.
Itulah mengapa awal pemerintahan Jokowi dimulai dengan gebrakan kebijakan menaikkan harga BBM pada 18 November 2014 sebesar Rp 2.000/liter, sehingga harga Premium menjadi yaitu Rp 8.500/liter dan harga solar menjadi Rp 7.500/liter. Kenaikan harga BBM telah menyebabkan harga berbagai kebutuhan hidup membumbung tinggi.
Jokowi selanjutnya menaikkan harga listrik hampir setiap bulan sekali.
Pada Januari tahun 2015 pemerintah menaikkan harga tarif dasar listrik TDL untuk golongan di atas 1.300 volt ampere (VA).
Pada 1 April 2015, menaikkan tarif listrik untuk golongan yang sudah tidak mendapatkan subsidi. Tarif listrik April dibandingkan Maret Naik berkisar Rp-26,6-Rp 39,31/kWh (Kilo Watt Hour).
Pada 1 Mei 2015 tarif listrik non subsidi juga naik cukup signifikan, berkisar Rp 48,92/kWh-Rp 72,2/kWh.
Pada 4 Juni 2015). PT PLN (Persero) kembali merilis daftar Tarif Tenaga Listrik (TTL) per Juni 2015, alasannya mengikuti ketentuan tariff adjustment yang dihitung setiap bulan berdasarkan nilai tukar mata uang Dollar Amerika terhadap mata uang Rupiah (kurs), harga minyak dengan acuan Indonesian Crude Price (ICP), dan pengaruh inflasi.
Naiknya harga BBM dan Listrik menjadi dasar bagi naikknya tariff transportasi dan berbagai kebutuhan hidup lainnya. Tidak peduli rakyat sekarat, pemerintah terus menerus membuat kebijakan yang dapat memicu kenaikan harga.
KE DEPAN HARGA BBM, LISTRIK, TRANSPORTASI AKAN TERUS NAIK, KARENA DENGAN HARGA YANG SEMAKIN TINGGI, MAKA AKAN SEMAKIN BESAR KEUNTUNGAN YANG DITERIMA PARA CUKONG DI SEKELILING JOKOWI. ITULAH ALASAN MENGAPA JOKOWI DIPERTAHANKAN!
Oleh: Salamuddin Daeng (AEPI – Jakarta)
Baca Juga:
- Ahok: Tidak Mau Dilarang Potong Hewan Kurban Disekolah, Shalat Gak Usah Hadap Kiblat
- Keluarkan Senjata Api, Buwas: Ini Sah untuk Bunuh Orang
- Nasihat Terbuka Untuk Presiden RI dari Ustadz Salim A. Fillah
- Dulu, SBY Datang Asap Hilang. Kini, Jokowi Tiba Asap Makin Parah
- Atraksi Sirkus JK-RJ Lino Bukti Negara Dikendalikan Mafia
