![]() |
| lustrasi Idul fitri. |
Jelang Lebaran tahun ini, selebaran maupun proposal dari organisasi masyarakat (Ormas) kerap ditemukan. Parahnya lagi, bukan hanya ormas, para petugas kelurahan dan Satpol PP juga memalak para pengusaha dengan pelbagai dalih.
Ormas maupun Satpol PP mempunyai dalih serupa dalam memalak para pengusaha jelang Lebaran ini. Mereka meminta partisipasi pengamanan selama lebaran di wilayah setempat.
Deni, pegawai salah satu tempat usaha di wilayah Kecamatan Bekasi Timur, mengaku sudah mendapat selebaran buat kasus ini. "Ada surat dari kelurahan minta partisipasi lebaran, saya ngasih duit Rp 50 ribu," kata Deni, Sabtu (25/6) kemarin.
Sedangkan Satpol PP Kota Bekasi, dalihnya juga serupa. Mereka meminta partisipasi pengamanan selama lebaran di wilayah setempat. Hanya saja, Deni mengaku belum memberikan sejumlah uang.
"Orangnya juga belum ke sini, biasanya beberapa hari setelah ngasih surat permintaan partisipasi datang kembali," kata dia.
Adapun ormas memalak pengusaha, kata Deni, mereka dengan ciri khas memakai baju loreng oranye. Ormas kepemudaan ini bahkan tak tanggung-tanggung menampilkan nilai kebutuhan untuk melakukan pengamanan selama lebaran.
"Di suratnya kebutuhan pengamanan selama lebaran hingga puluhan juta rupiah. Mulai digunakan untuk konsumsi anggota sampai dengan upah," kata dia.
Meski demikian, dia mengaku belum memberikan permintaan sejumlah uang sebagai partisipasi pengamanan lebaran kepada ormas tersebut. Soalnya, kata dia, cukup banyak yang meminta uang dengan dalih partisipasi pengamanan lebaran.
"Heran saja, pengamanan kan tugasnya kepolisian. Ini kok sampai ormas juga yang melakukan pengamanan, kenapa enggak sekalian ikut perang saja," ucapnya.
Hal serupa sebenarnya terjadi di banyak wilayah Indonesia. Untuk mengantisipasi itu, par polisi sebenarnya telah bergerak cepat. Seperti dilakukan para polisi di Medan, Sumatera Utara. Polisi mensinyalir banyak proposal permintaan dana didistribusikan di masyarakat Kota Medan. Warga diimbau segera melaporkan tindakan yang mengarah pada premanisme itu.
Imbauan itu disampaikan personel Satuan Sabhara Polresta Medan di sejumlah jalanan di Kota Medan, Selasa (21/6) lalu. Menggunakan mobil ditambah pengeras suara, mereka menyampaikan imbauan sambil berkeliling di kawasan-kawasan usaha atau bisnis di Kota Medan, seperti Jalan Palangkaraya, Jalan Asia, Asia Mega Mas, Jalan Nibung dan Petisah.
Upaya ini dilakukan polisi karena mensinyalir meningkatnya aksi premanisme menjelang Lebaran. "Ini terbukti dengan banyaknya proposal yang beredar menjelang Lebaran ini, dan tak jarang dilakukan dengan paksaan. Jadi kami mengimbau agar para pemilik ruko dan pelaku usaha mewaspadai aksi premanisme yang meresahkan masyarakat menjelang Lebaran ini," kata Kasat Sabhara Polresta Medan Kompol Siswandi.
Warga yang merasa menjadi korban aksi premanisme ini diimbau melapor ke nomor Tim Pemburu Preman Satuan Sabhara Polresta Medan pada nomor 085263299194 atau 081376670983. "Jika ada laporan, maka akan kita tindaklanjuti ke lokasi, kemudian mengumpulkan proposal-proposal itu. Jika sudah ada data-datanya diteruskan ke Satreskrim," pungkas Siswandi.(mk)
