Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Macam - Macam Alasan Pejabat Negeri Haramkan Main Pokemon Go

Jumat, 22 Juli 2016 | 9:52 AM WIB Last Updated 2016-07-22T02:52:50Z
Ilustrasi Pokemon Go

LihatDulu.info - Game Pokemon Go ternyata menimbulkan kekhawatiran sendiri di tanah air. Sebab, permainan yang sedang booming di seluruh dunia itu dinilai meresahkan dan berpotensi memiliki efek negatif.

Sejumlah menteri dan pejabat di tanah air bahkan mengharamkan anak buahnya memainkan aplikasi tersebut. Salah satunya adalah Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi, Yuddy Chrisnandi.

Dia meminta seluruh pegawai negeri sipil (PNS) tidak bermain game tersebut di lingkungan kantor. Alasannya, demi pertimbangan keamanan atau kerahasiaan instansi.

Aturan itu juga diberlakukan untuk jajaran Kementerian PAN-RB. "Khusus semua Aparatur Kementerian PAN-RB, dilarang bermain game virtual di dalam lingkungan kantor demi keamanan dan kerahasiaan instansi," kata Yuddy dalam akun Twitter-nya dikutip merdeka.com, Selasa (19/7).

Sementara itu, Kapolri Jenderal Tito juga melarang anggota Polri bermain aplikasi permainan Pokemon Go. Alasannya, mengganggu konsentrasi tugas. Selain itu, permainan yang tengah digandrungi tersebut dapat memicu keributan sesama anggota Polri.

"Melarang anggota bermain game Pokemon Go pada saat jam kerja apalagi mereka yang melaksanakan tugas-tugas khusus seperti pengamanan keamanan wilayah dan penjagaan tahanan," demikian bunyi salah satu aturan surat telegram rahasia Kapolri nomor STR/533/VII/2016 tertanggal Selasa (19/7).

Menteri Pertahanan RI, Jenderal TNI (Purn), Ryamizard Ryacudu mengaku tidak banyak mengetahui game tersebut. Namun, Menhan sangat membenci permainan itu karena membahayakan pemainnya yang sibuk dengan kegiatannya sendiri.

"Saya nggak ngerti itu, Pokemon-Pokemon itu, yang jalan-jalan sembarangan itu ya. Aduh permainan apa itu? Enggak bagus permainan (Pokemon Go) itu, bikin orang autis," ungkap Ryamizard di Palembang, Kamis (21/7).

Tak cuma pemainnya, menurutnya, game Pokemon Go juga membahayakan orang lain. Dia mengaku pernah melihat orang yang sedang mencari Pokemon menabrak sesuatu.

"Orang SMS-an sambil jalan saja, saya benci. Apalagi (Pokemon Go), itu enggak betul. Saya lihat orang di pasar mainnya sambil nabrak-nabrak," tegasnya.

Sementara adanya isu bahwa games Pokemon Go disusupi intelijen, dia tak mau mengomentari lebih jauh. Namun diyakininya tak sampai membawa dampak sejauh itu.

"Tidak, tidak ada itu. Saya belum dengar," pungkasnya.

Kecaman terhadap game Pokemon juga dilontarkan Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) Sutiyoso. Mantan Gubernur DKI itu menilai, game tersebut lebih banyak mudaratnya ketimbang manfaatnya.

Dirinya menyebut, masih banyak permainan lain yang lebih aman daripada Pokemon Go yang dianggapnya berbahaya.

"Menurut saya mudaratnya lebih besar daripada manfaatnya. Untuk apa main mainan seperti itu kalau ada yang lain," ujar Sutiyoso di Gedung DPR RI Senayan, Kamis (21/7).

"Kan sudah banyak contoh orang sampai 'njegur' ke sungai, nabrak mobil. Jadi untuk apa main mainan seperti itu kalau ada yang lain?" katanya menambahkan.

Bahkan, pria yang akrab disapa Bang Yos itu mengaku khawatir, jika aplikasi permainan itu dapat digunakan untuk hal lain yang justru merugikan negara.

Terlebih lagi, pengembang dari permainan online ini menurutnya adalah negara asing, yang bisa saja memiliki kepentingan tertentu dalam penggunaannya yang memerlukan akses global positioning system (GPS).

"Bisa digunakan untuk kepentingan asing. Bisa," tandasnya.(mk)
×
Berita Terbaru Update