![]() |
| Eros Djarot |
LihatDulu.info - Inilah sikap Eros Djarot tentang Jokowi yang kini menjadi Presiden RI ke 7. Meski mengaku membantu dan mendukung, Eros menilai setelah menyelesaikan jabatan Presiden maka Jokowi tak layak maju Pilpres 2019.
"Terhadap Jokowi hanya ada dua pilihan. Dijatuhkan atau dibantu. Saya memilih membantu agar menyelesaikan tugas sebagai Presiden. Tapi 2019 lebih baik dia tidak maju Pilpres," ujar Eros dalam diskusi 'Memotret Krisis Indonesia' di Jakarta, Kamis sore (10/9/2015).
Eros yang selama awal Reformasi menjadi pendamping Megawati ini mengungkapkan Jokowi menjadi Presiden RI ke 7 adalah pilihan rakyat melalui sistem demokrasi. Sehingga apapun kondisinya maka harus diterima sebagai kenyataan atas pilihan terhadap sistem demokrasi.
"Saya berpandangan bahwa sikap menolak dan menjatuhkan Jokowi justru tidak ilmiah!," ujar Eros yang juga dikenal sebagai musisi, sutradara dan budayawan ini. Dia justru menilai pihak-pihak tersebut sebagai kalangan yang tidak memiliki kesadaran dan jiwa kenegawaranan.
Meski demikian dia mengatakan ada sisi kekurangan dari diri Jokowi. Mengibaratkan motor yang berkapasitas 50 cc diberi beban yang seharusnya untuk motor 200 cc. Menjadi pemimpin nasional dia katakan tantangan yang dihadapi jauh berbeda dengan pemimpin daerah.
Pada kesempatan tersebut Eros mengaku alasan lain mendukung Jokowi karena menilai mantan Walikota Solo itu jauh dari praktek KKN. Jokowi dinilai menjauhkan keluarganya terlibat dalam kekuasaan untuk menghindari praktek KKN itu. Jika itu dilanggar dia akan berbalik melepaskan dukungan.(ris/ts)
Baca Juga:
- Habib Rizieq: Media Jangan Sesatkan Pembaca, Ahok Itu Bukan "Pahlawan Anti Korupsi"
- Ini Jawaban Terkait Pernyataan Ahok Melarang Potong Hewan Kurban di Sekolah
- Walhi: Blusukan Jokowi Bukan Solusi Atasi Kebakaran Hutan
- Untuk Siapa Jokowi Dipertahankan?
- Ahok: Tidak Mau Dilarang Potong Hewan Kurban Disekolah, Shalat Gak Usah Hadap Kiblat
