Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Tak Konsisten, Amerika dan Eropa Mulai Tinggalkan Jokowi

Jumat, 11 September 2015 | 7:16 AM WIB Last Updated 2015-09-11T00:16:02Z
Yasraf Piliang Saat Diskusi Memotret Krisis Indonesia, Kamis (10/9/2015) di Jakarta
LihatDulu.info - Pemerintahan Presiden Jokowi, menurut pengamat sosial-politik Yasraf Amir Pilliang, mulai ditinggalkan Amerika dan Eropa. Pasalnya, Jokowi dinilai tidak konsisten dalam berbagai kebijakan politik.

"Amerika dan Eropa sudah tidak percaya (terhadap Jokowi-red). Ini akibat inkonsistensi yang berujung pada masalah ketidakpercayaan," ujar Yasraf saat menyampaikan pendapatnya dalam diskusi 'Memotret Krisi Indonesia' di Jakarta, Kamis (10/9/2015).

Yasraf yang mengulas kepemimpinan Jokowi ini mengungkapkan inkosistensi itu merupakan salah satu ukuran paling menonjol terjadinya krisis kekuasaan saat ini. Krisis kekuasaan merupakan akar dari berbagai krisis.

"Krisis kekuasaan terjadi karena orang yang diberi amanah berkuasa tidak memiliki kepatutan menjalankan kekuasaan," ujar dia. Itu ditandai tidak punya kharisma, tidak berwibawa, tidak memiliki kemampuan komunikasi dsbnya.

Terjadinya krisis kekuasaan yang tidak lepas dari krisis ekonomi, politik dan legitimasi ini dinilai bisa membahayakan. Pasalnya, bisa memicu disorganisasi berupa revalitas lembaga negara, DPR, militer, masyarakat akibat indisipliner.

Lebih jauh Yasraf mengungkapkan pemerintahan Jokowi juga disorientasi. "Ibarat berada dalam perahu tak tahu dari mana dan hendak menuju kemana. Jadi seperti mengambang diatas air saja," papar dia.(ris/ts)

Baca Juga:

  1. Bungkamnya Media Nasional atas aksi unjuk rasa Mahasiswa di Istana Negara, Pertanda apa?
  2. KPK Tahan Mantan (Kemenakertrans) Jamaluddien Malik
  3. "Dimana Densus 88 Ketika Kristen Teroris GIDI 'Mengancam' Negara Terkait Idul Adha?"
  4. Ini Aksi Mengejutkan Jokowi: Menantang Asap Hingga Panjat Menara
  5. Situs Revolusi Mental Seharga 140 Miliar sudah Lenyap

×
Berita Terbaru Update