![]() |
| Kartu anggota NU milik Akhyar NU yang disangka polisi Saudi sebagai kartu anggota tentara PBB |
Namun, di tengah kabar duka tersebut, terselip sebuah kejadian lucu yang dialami salah satu jemaah haji Indonesia.
Adalah Akhyar Nasution, salah seorang jemaah haji asal Indonesia bercerita tentang pengalaman uniknya disangka anggota tentara Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) oleh aparat keamanan Saudi saat keluar maktab untuk membeli makan. Cerita lucu itu dia tuangkan dalam akun facebooknya, Jumat (2/10/2015).
Berikut tulisan Akhyar Nasution terkait kisah lucunya yang dikutip TeropongSenayan, Sabtu (3/10/2015):
NU (Nahdlatul Ulama) dibaca Polisi Saudi UN (United Nation)
Semalam saya keluar dari maktab untuk membeli nasi Turki dan ayam bakar tanpa memakai gelang haji dan tidak membawa tas paspor atau tanda pengenal haji lainnya
Tiba-tiba seorang Polisi bertanya: Fein igomatak (mana KTPmu)
Saya jawab mafi, kullu matrukah bil ghurfah ana hajj musy muqim bi Makkah(Tidak ada. Semua tinggal di kamar. Saya haji bukan mukim di Makkah
Arini ayya hawiyah ( tunjukkan tanda pengenal apapun)
Saya keluarkan kartu anggota NU dan saya berikan kepadanya. Spontan polisinya menjadi hormat dan ramah lalu berkata
Afwan ya sayyid ana ma a'rif inta min a'dhoi UN (maaf tuan saya tidak tahu anda adalah anggota tentara perdamaian PBB)
Saya tersenyum sendiri sambil berlalu dalam hati saya berucap dasar BAHLUL. Hehehe
Baca Juga:
- Isu Minta Maaf ke PKI, Inilah Penjelasan Jokowi
- MPR Minta Penyebar Paham PKI Ditindak Tegas
- Unggah Video Polantas Minta Suap, Adlun Fiqri Dibui Polisi
- Anak DN Aidit: Film G 30 S/PKI membuat marah rakyat Indonesia
- Aktivis Salim Kancil Dibunuh Seperti Korban Tragedi 1965
