![]() |
| Kader dan simpatisan Partai NasDem mengibarkan bendera partai saat mengikuti kampanye di Tugu Proklamasi, Jakarta, Minggu 16 Maret 2014. Antara Foto/Andika Wahyu |
Pasalnya hal itu bisa membuat pasar ekonomi Indonesia terpuruk. Sebab saat ini para investor asing sangat detail melihat situasi politik di Indonesia.
Nasdem juga tak mau mengkritik Agus Marto meskipun ia sudah menyebut Jokowi suka mencari pencitraan, terutama terkait rencana kebijakannya menurunkan harga bahan bakar minyak (BBM).
“Selesaikan pernyataan itu dari sisi ekonomi, jangan dipolitisir. Kita harus benar-benar memikirkan pertimbangan daya beli masyarakat,” kata Johnny kepada TeropongSenayan di gedung Nusantara II DPR, Jakarta, Rabu (7/10/2015).
Oleh karenanya, anggota Komisi XI DPR ini meminta semua lembaga negara bisa sama-sama memberi sinyal positif terhadap pasar ekonomi, dengan membuat kebijakan yang bisa diterima oleh masyarakat.
“Harusnya kita sekarang yakinkan pasar, supaya ada sinyal positif terhadap rupiah agar menguat,” tukasnya.(TeropongSenayan)
Baca Juga:
- Rachmawati: Kenapa Tak di Era Mega Tuntut Minta Maaf ke Soekarno
- PHK Besar-besaran, Menteri Marwan: Tidak Usah Risau, Karna...
- Negara Tak Perlu Minta Maaf ke Keluarga Soekarno
- "Lapar", Dua Menteri Makan di Warteg Seberang Istana
- PDIP: Jika Gubernur BI Frustasi, Lebih Baik Mundur
