Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Pengamat: Rakyat dan Investor Menunggu Jokowi Mundur

Selasa, 06 Oktober 2015 | 7:28 AM WIB Last Updated 2015-10-06T00:28:41Z
Presiden Joko Widodo (kiri) - Wakil Presiden Jusuf Kalla (kanan)
LihatDulu.info - Paket kebijakan ekonomi yang dirilis Pemerintahan Joko Widodo diklaim akan mampu memperbaiki perekonomian yang terus memburuk. Namun sejak paket kebijakan pertama hingga ketiga, stimulus tersebut justru bisa dianggap tak tepat sasaran.

Pernyataan itu disampaikan pengamat politik Sahirul Alem dalam keterangannya kepada intelijen (05/10). “Rencana yang dianggap solusi belum terlihat membuahkan hasil. Buktinya, masyarakat pun tidak terlalu merespon paket kebijakan ekonomi. Rakyat dan pelaku usaha sudah pesimis dengan paket ekonomi Jokowi,” tegas Alem.

Tak hanya itu, Alem bahkan bersuara keras, jika paket-paket kebijakan ekonomi Rezim Jokowi gagal memperbaiki kondisi perekonomian, lebih baik Jokowi mengundurkan diri. “Kalau semua gagal (paket kebijakan ekonomi), lebih baik mundur saja atau rakyat maupun investor nunggu Jokowi mundur,” tegas Sahirul Alem.

Menurut Alem, investor Jepang saja sudah tidak percaya kepada Pemerintahan Jokowi karena secara sepihak memenangkan Cina dalam proyek kereta cepat. “Ini bukan masalah perijinan dipercepat, tapi komunikasi dan kebijakan Jokowi yang salah. Jokowi menganggap persoalan dagang antara negara seperti di pasar atau di toko kelontong,” papar Alem.

Kata Alem, pemerintah seharusnya merilis paket kebijakan yang tepat sasaran dan menyentuh seluruh lapisan masyarakat. Misalnya, menurunkan harga BBM, Tarif Dasar Listrik (TDL) rumah tangga dan industri, hingga deregulasi perizinan.

“Paket kebijakan yang dirilis tidak tepat sasaran karena tak menyentuh masyarakat. Padahal masalahnya hanya kepercayaan pasar dan daya beli menurun,” kata Alem.

Selain itu, kata Alem, Jokowi harus mengurangi pencitraan di saat perekonomian Indonesia merosot. “Popularitas Jokowi turun drastis, makanya ia mencoba menaikkan citra dengan bagi-bagi beras. Ini tidak efektif. Yang diperlukan itu kebijakan yang langsung menyentuh rakyat secara langsung, bukan cara parsial,” papar Alem.(intelijen)

Baca Juga:

  1. Jokowi Dituding Cari Popularitas lewat BBM, PDIP Meradang
  2. Mantan Anggota DPD RI: HUT TNI di Indah Kiat, Jokowi dan Panglima TNI Gadaikan Kedaulatan RI
  3. Tipu-tipu Jokowi Turunkan Harga BBM
  4. Ini Tokoh-Tokoh Islam yang Kecewa dan Dibohongi Jokowi,..Jokowi Harus Minta Maaf!
  5. Ini Dia Skenario Cuci Tangan Jokowi jika 'Paket Ekonomi II' Gagal

×
Berita Terbaru Update